|
Monday, February 28, 2005
Welcome... New life!
It's been 21 days of my new life. I have my own family since Feb 6. It's my big responsibility offcourse, to drive my family into a better life an after life..
Feb 5:
Tiba di Bayah Pkl.5 sore. Perjalanan yang lumayan panjang dengan pemandangan yang bagus sekali. Acara dimulai setelah Isya, acara malam itu adalah seserahan dan briefing untuk upacara Akad nikah. Disini gw di beritahu kalau script akadnya beda... Bukan " Saya terima nikahnya..." tapi "Terima saya nikah kepada...", agak kagok juga jadinya.
Feb 6:
Pagi2 sudah harus bersiap.. setelah rapi, tiba2 perutku problem, jadilah aku ke WC dulu. Jam8 pas, dimulai prosesinya. Dimulai dari serah terima calon pengantin, lalu akda nikah.. Lumayan Deg2an, tapi Alhamdulillah lberjalan lancar. Sungkem2an, ramah tamah dengan undangan sekitar. Ada satu prosesi yang belum pernah aku liat, " Saweran". Disitu udah kayak raja dan ratu sehari... :) Disitu di sebar permen berisi uang receh, dan ada doorprizenya. Anak2 dan Ibu2 pada ikut berebutan sawer. What an experience.... Tamu masih berdatangan sampai lepas Isya, agak letih but show must go on... :p
Feb 7-9:
Bantu2 beres2 rumah, hari2 selanjutnya silturahmi ke rumah2 saudara Meli. Keluarga BESAR, senang sekali aku bisa diterima baik di keluarganya. Setelah mengenal lebih jauh keluarganya, aku semakin merasa beruntung telah memperistrinya..
Tgl9 siang berangkat ke jakarta.
Feb 10:
Setelah menginap semalam di rumah Bapak-Ibu, Kamis pagi berangkat ke jogja. Pagi2 sudah dipesenin Taxi sama bapak, sampai bandara terlalu awal, ditambah lagi pesawatnya telat hampir sejam.
Sampai jogja jam 1 siang, langsung menuju hotel yang aku booked beberapa jam sebelumnya. Jogja diguyur hujan!! Setelah check in di kumbokarno utama, jl.mangkubumi, langsung istirahat. Sorenya jalan2 ke malioboro, pulangnya betul2 jalan2, karena jalan kaki sampai ke hotel. Malamnya makan malam di Sop Kaki kambing depan panti rapih, nostalgia jaman doeloe!
Feb 11:
Sewa motor di Sarkem, abis itu ke kostnya si Rini, sekalian kenalin Meli ke my best friend ku ini. Setelah itu keliling2 jogja naik motor, sempat juga ke Shoping, beli buku mocopat pesenan Bapak. Sorenya jalan2 ke Taman Sari, baru kali ini aku ke sampaian ke taman sari.. Malamnya mampir ke rumah Bapak Kostku jaman kuliah dulu. Sambutannya hangat, suasananya masih seperti doeloe, sayang penghuninya dah ganti semua, cuma Musa the Vietnamese yang tersisa.
Feb 12:
Pagi2 ke pasar beringharjo, saran teman, kalau belanja disana pagi2, bisa dapat lebih murah, buat penglaris mereka. Betul juga sih, jadilah disana beli oleh2 batik buat keluarga di jakarta. Setelah itu meluncur ke Klaten, ditengah perjalanan mampir ke Bakso Pak Narto di Jl.Gejayan. Ternyata masih enak dan Meli suka banget..
Sampai Klaten langsung mengarah ke Rumah BuDe, sorenya keliling2 ke saudara2, sekalian kenalin Meli ke mereka.
Feb13:
Siap2 pulang, dari Klaten bawa barang2 dan motor sewaan.. tapi hujan turun!! :( Berteduh di jalan selama hapir 30 menit, waswas kalau gak bisa sampai ke bandara tepat waktu, soalnya belum beli bakpia nih... Akhirnya reda juga, sampai jogja disempatkan makan bakso Pak Narto lagi, setelah itu ke wirobrajan beli Bakpia 75, dilanjutkan ke sarkem untuk kembalikan motor sewaan. Dari sarkem naik taksi ke bandara...
Malam tiba di jakarta, naik bus Damri ke blok-m, lalu naik blue bird ke rumah....
That's my wedding stories, much more after that...
Thursday, January 20, 2005
My Domain
Wednesday, January 19, 2005
My Wedding Site

Jadi juga web pernikahan.. Tinggal publish..
Friday, January 14, 2005
Einstein
If A is success in life, then A equals x plus y plus z.
Work is x; y is play; and z is keeping your mouth shut (Albert Einstein)
Friday, January 14, 2005
Ya Allah..
Jaga Diri, Jaga Hati!!!
Ya Allah, beri kami surga kecil..
Rumah syhadu berhias rahmah
Di sana tergelar helai-helai sajadah
Tempat kami berpinta dan bermunajah
Ya Allah beri kami surga kecil..
Istana mungil bertahta sakinah
Tempat kami berteduh melepas lelah
Ranjang kokoh bertabur berkah
Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah
Ya Allah, beri kami surga kecil..
Thursday, January 13, 2005
Membangun Keluarga
Membangun Keluarga
Penulis : Abdullah Gymnastiar
Berumahtangga bukanlah suatu hal yang mudah seperti halnya membalikan kedua telapak tangan. Jika tidak hati-hati dalam menitinya, ia akan menjadi bagian dari sebuah penderitaan yang tiada bertepi bagi siapa pun yang menjalaninya. Perhatikan firman Allah SWT. berikut: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. At-Taghabun [64]:14).
Ayat di atas menjelaskan, bisa jadi pasangan yang telah kita pilih untuk mendampingi hidup kita dan anak-anak yang dilahirkannya menjadi musuh bagi diri kita. Seorang suami yang seharusnya menjadi seorang pemimpin di keluarga, malah menjadi koruptor karena bujukan istrinya. Kehormatan ayah dan ibu hancur karena perilaku dan akhlak buruk anak- anaknya.
Untuk itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memohon kepada Allah dengan segala kelemahan diri agar Ia menolong dan mengaruniai kita pendamping terbaik dan anak-anak shalih dan shalihah. Doa yang diajarkan Allah adalah: "Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan)" (QS. Al-Furqan [25]:74).
Ciri-ciri dari yang dimaksud oleh doa itu adalah istri yang menyejukkan ketika dipandang; dapat menjadi teladan; tidak pernah memperlihatkan wajah yang muram durja; tidak berbicara ketus dan rona wajahnya tidak menyeramkan. Akhlaknya akan terlihat jauh lebih indah dibanding kecantikan wajah dan tubuhnya.
Akhlaknya akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari, baik terhadap suami maupun orang lain di luar keluarganya (tetangga), seperti senantiasa hormat meski suaminya berumur sama dengannya, atau senantiasa menghargai siapa pun yang ia temui termasuk anak kecil sekalipun. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa menyejukkan, bersih dan tidak pernah ada yang melukai.
Oleh karena itu, meski ia terus beranjak tua dan berubah karena perjuangannya dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, namun ia akan tetap kelihatan cerah dan bersinar. Hal itu tiada lain karena cerminan hati yang senantiasa bersih dan bening.
Di samping itu, ia juga akan senantiasa bersyukur, menghadapi setiap kejadian dengan sabar dan yakin akan pelajaran dari Allah. Istri seperti itu tidak pernah meminta hal yang menjadi ketidakmampuan suaminya. Ia juga akan senantiasa memohon izin kepada suaminya untuk melakukan apa pun yang akan ia kerjakan. Hal di atas tidak hanya berlaku bagi para suami atau siapa pun yang berkehendak untuk menjadi suami, melainkan juga buat para istri atau yang berkehendak menjadi seorang istri. Pernikahan bagi mereka harus menjadi sebuah pelatihan guna meningkatkan kehati-hatian. Siapa pun yang berkehendak menuju momen ini, sangat dianjurkan untuk terus senantiasa berdoa dengan doa termaktub di atas.
Calon suami yang baik dan senantiasa dapat membimbingnya harus menjadi bagian dari doa yang dimohonkannya kepada Allah, karena suami seperti itulah yang akan mendatangkan kebahagian yang hakiki bagi seorang istri. Suami demikian akan memperhatikan apa pun yang diinginkan oleh istrinya. Istri akan menjadi orang spesial dalam benak dan kehidupannya.
Suami seperti itu akan senantiasa bersih ketika mau berhadapan dengan istri dan memanggil dengan panggilan terbaik. Jika kondisi istri berubah secara fisik, karena perjuangannya mengurus rumah tangga, ia akan menghiburnya dengan keuntungan-keuntungan di akhirat. Ia juga akan menutup kejelekan-kejelekan yang dimiliki oleh istrinya, serta merasa terus tertuntut untuk melakukan kewajiban yang benar.
Derajat suami ditentukan oleh perjuangannya menjadi pemimpin rumah tangga, sehingga ia akan terus menuntut dirinya untuk senantiasa menjadi teladan yang baik bagi keluarga yang dipimpinnya. Seorang suami pilihan Allah tidak pernah mau jadi beban bagi istrinya. Ia akan senantiasa memuji dan membuat istri senang, menjadikan kekurangan istrinya menjadi ladang amal untuk berlapang hati dan membantunya selalu berjuang untuk memperbaiki diri. Ia juga akan selalu berlapang dada bertukar pikiran membahas masalah-masalah yang ada di keluarganya dengan adil.
Pada malam hari, ia akan mengajak istrinya untuk bermunajat menghadap Allah bersama-sama, meminta kepada Allah sebuah keluarga yang mendapatkan perlindungan-Nya. Yakni, pada saat tiada lagi perlindungan lain selain hanya dari-Nya dan mendapatkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, bahagia di dunia dan akhirat. Rahasia dari semua itu adalah perjuangan maksimal memiliki ilmu tersebut. Ilmu inilah yang akan membangun kebahagiaan di rumah tangga. Dengan ilmu ini, seorang suami atau istri akan berbuat apa pun dengan penuh keikhlasan dan merasa ridha dalam melayani dan berkhidmat terhadap pasangannya masing-masing. Waallahu A'lam.
Sumber : http://republika.co.id
Saturday, January 08, 2005
RSS detik.com

Dapet dari blognya Priyadi, tentang RSS Syndicate detik.com.
Kadang-kadang males banget buka detik.com. Kebanyakan iklan jadinya gak nyaman gitu.. Tapi ada DodySW yang bikin RSS Feed untuk detik.com, jadi gak usah buka webnya lagi.. :D
Bisa download readernya disini.
Ini halal gak ya??
|