|
Tuesday, May 16, 2006
We are nothing
Jumát kemarin terasa gempa di Jakarta. Cepet sih, paling cuma 2-3 detikan.. Tapi lumayan bisa bikin semua orang terdiam.. Begitulah.. Kalo dipikir2.. Jika Tuhan berkehendak, dalam hitungan detik, gampang aja bagi Dia untuk memusnahkan semua ini.. Disaat itu baru berasa kalo kita ini nothing. Sama sekali bukan apa2....
Wednesday, May 10, 2006
Nasionalis Dihukum, Separatis ??
Bangga jadi orang Indonesia?? Kalo orang kebanyakan ditanya begitu saat ini, mungkin jawabnya bisa agak lama.. Tapi ada satu orang yang gw yakin bakal menjawab spontan dengan tegas, yaitu Eurico Guteres.
Tokoh pro Integrasi Timtim ini adalah orang yang cinta banget sama Indonesia. Dia berjuang abis2an agar Timtim tetep jadi bagian Indonesia. Tapi gmana nasibnya sekarang? Dia dihukum oleh MA 10 tahun untuk pelanggaran HAM. Bandingkan dengan mantan2 anggota GAM, yang jelas2 menuntut kemerdekaan, apa yang mereka dapat? rehabilitasi dan kompensasi berupa materi...
Kasihan bener anak2 muda jaman sekarang, sudah susah cari tauladan.. Eeehh ini ada satu, malah begini nasibnya. Apa pemerintah mau kasih tahu ke kita semua agar jangan jadi sok nasionalis?
mALu ah Gelap!!
Monday, May 08, 2006
Man of Highbury
Friday, May 05, 2006
Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut
Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".
Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Diambil dari: 1001 Kisah Teladan
Thursday, May 04, 2006
Kita ada karena....
Menarik juga pertanyaan sang trainer waktu itu... Jawabannya sederhana aja, kita ada karena orang lain sadar bahwa kita ada, dengan kata lain, orang lain bisa merasakan keberadaan kita.. (pusing gak tuh bahasanya... ) Bagaimana agar orang lain merasakan keberadaan kita, ya tentu saja kalau kita memberi pengaruh pada orang lain, atau kalo dari sisi positifnya, kita bisa memberi manfaat buat orang lain. Ini membawa ke pertanyaan berikutnya.. Kita hidup untuk apa? Kita bahagia jika? Dalam konteks duniawi, banyak orang yang setuju kalau kita hidup untuk bisa memberi manfaat buat orang lain. Kita bahagia jika kita bisa membahagiakan orang lain.. Seorang artis Top di satu acara TV Oprah pernah bilang kalau dia baru benar2 merasa "hidup" kalau dia sudah mencapai taraf dimana dia bisa menolong hidup orang lain..
Thursday, May 04, 2006
Pendidikan
Kemarin hari Pendidikan Nasional, membuat banyak orang bicara soal pendidikan. Dari soal target 20% dari APBN, sekolah2 yang ambruk, guru yang nyambi ngojek, guru bantu/honorer yang berjuang untuk diangkat jadi PNS, mahasiswa tawuran, dan lain2.. Ya memang begitu keadaan bangsa ini. Pendidikan masih belum dijadikan prioritas utama buat mengubah nasib negri ini. Wajar saja, karena kebanyakan pemimpin sekarang, setelah menjadi pemimpin, yang difikirkan adalah bagaimana bisa tetap memimpin di periode berikutnya. Jadi program2 yang ditonjolkan adalah program2 yang "terlihat" langsung hasilnya, atau program jangka pendek, jadi bisa dianggap berhasil dan dipilih lagi. Kalau mengurusi pendidikan, hasilnya baru terlihat berpuluh2 tahun kemudian, so mungkin buat mereka tidak menolong mereka untuk terpilih lagi... Udah lah jangan ngomongin kejelekan orang.. mending liat tuh aktifitas anak2 muda di 1001Buku atau KKS Melati misalnya. 1001 buku, ini adalah komunitas anak2 muda yang cinta buku, cinta anak2, dan cinta sama negri ini. Mereka bersama2 mengumpulkan buku2 dan mendistribusikannya ke taman2 bacaan, sekolah2 independent buat anak2 jalanan atau kurang mampu lainnya. KKS melati agak sedikit berbeda, mereka adalah sekelompok relawan yang berusaha membuat Jakarta menjadi lebih baik, mereka fokus terhadap anak2 yang kurang beruntung, kegiatan mereka meliputi taman bacaan melati di markasnya yang ada di Jl. Ampera, kunjungan ke LP Anak2 di Tangerang, Kunjungan ke anak2 yang sedang dirawat di RS, juga kegiatan2 lain untuk anak2 jalanan atau anak yang kurang beruntung lainnya. Salut juga buat bapak2/ibu2 yang sedemikian hebatnya meluangkan semua resource mereka untuk mendirikan sekolah2/taman bacaan untuk anak2 kurang beruntung agar bisa tetap belajar. Lihat saja misalnya Sekolah Darurat Kartini di bawah jembatan tol, pluit. Sekolah Anak Jalanan (SAJA) di Kampung Kakap, yang juga di bawah jembatan tol di daerah Sunda Kelapa. Sekolah Anak Jalanan di Taman Ismail Marzuki. Dan banyak lagi contoh yang lain. Yahh.. kita tahu bahwa negara belum sanggup untuk memberikan pendidikan yang ideal buat semua warganya, mungkin setiap kita bisa membantu, masih dengan 3Mnya AA Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai saat ini..
Monday, May 01, 2006
Jujur
Jadi Orang Itu Harus Jujur.. Jur.. Jur.. Biar Idup Kagak Ancurrr..
- Sabeni, Si Doel Anak Sekolahan -
|