|
Tuesday, May 30, 2006
Gempa Jogja
Jogja terkena Gempa Hebat Sabtu lalu. Daerah terparah di Bantul dan Klaten. Korban sudah lebih dari 5000 orang tewas. Alhamdulillah keluarga di klaten dan jogja semua selamat. Tapi ada beberapa teman kuliah yang kena musibah, ada beberapa teman yang rumahnya hancur karena gempa. Yang gak terbayang adalah tempat KKN di desa Parangtritis, Kretek, yang kabarnya ikut rata dengan tanah.
ALLAH sudah berkehendak... Mudah-mudahan mereka semua diberi kekuatan dan ketabahan...
Tuesday, May 23, 2006
Demo Santun
Minggu kemarin kebetulan ada keperluan yang mengharuskan gw lewat Sudirman. Gw tahu bakal ada demo besar mendukung RUU APP hari itu, tapi gw gak mengira kalau pagi2 gitu (8.30++) sudah mulai. Ternyata jam segitu sudah ramai banget. Mereka sudah mulai bergerak dari HI menuju DPR RI, sejak Dukuh Atas sudah mulai papasan.
Disitu gw lihat, jumlah mungkin sampai puluhan ribu, tapi ada yang menarik dari mereka..
1. Mereka memisahkan kelompok laki2 dan perempuan, yang laki2 memakai jalur ke arah Blok-m, dan yang perempuan memakai jalur ke arah HI. 2. Mereka gak ragu2 membawa keluarga, sampai ke anak2 mereka yang masih kecil, bukti kalau mereka memang berniat untuk berdemo secara Damai. 3. Mereka demo hari Minggu alias libur.
Mudah2an mereka Ikhlas..
Gw berharap semua yang berniat berdemo, bisa ikuti cara mereka.
Tuesday, May 16, 2006
We are nothing
Jumát kemarin terasa gempa di Jakarta. Cepet sih, paling cuma 2-3 detikan.. Tapi lumayan bisa bikin semua orang terdiam.. Begitulah.. Kalo dipikir2.. Jika Tuhan berkehendak, dalam hitungan detik, gampang aja bagi Dia untuk memusnahkan semua ini.. Disaat itu baru berasa kalo kita ini nothing. Sama sekali bukan apa2....
Wednesday, May 10, 2006
Nasionalis Dihukum, Separatis ??
Bangga jadi orang Indonesia?? Kalo orang kebanyakan ditanya begitu saat ini, mungkin jawabnya bisa agak lama.. Tapi ada satu orang yang gw yakin bakal menjawab spontan dengan tegas, yaitu Eurico Guteres.
Tokoh pro Integrasi Timtim ini adalah orang yang cinta banget sama Indonesia. Dia berjuang abis2an agar Timtim tetep jadi bagian Indonesia. Tapi gmana nasibnya sekarang? Dia dihukum oleh MA 10 tahun untuk pelanggaran HAM. Bandingkan dengan mantan2 anggota GAM, yang jelas2 menuntut kemerdekaan, apa yang mereka dapat? rehabilitasi dan kompensasi berupa materi...
Kasihan bener anak2 muda jaman sekarang, sudah susah cari tauladan.. Eeehh ini ada satu, malah begini nasibnya. Apa pemerintah mau kasih tahu ke kita semua agar jangan jadi sok nasionalis?
mALu ah Gelap!!
Monday, May 08, 2006
Man of Highbury
Friday, May 05, 2006
Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut
Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".
Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Diambil dari: 1001 Kisah Teladan
Thursday, May 04, 2006
Kita ada karena....
Menarik juga pertanyaan sang trainer waktu itu... Jawabannya sederhana aja, kita ada karena orang lain sadar bahwa kita ada, dengan kata lain, orang lain bisa merasakan keberadaan kita.. (pusing gak tuh bahasanya... ) Bagaimana agar orang lain merasakan keberadaan kita, ya tentu saja kalau kita memberi pengaruh pada orang lain, atau kalo dari sisi positifnya, kita bisa memberi manfaat buat orang lain. Ini membawa ke pertanyaan berikutnya.. Kita hidup untuk apa? Kita bahagia jika? Dalam konteks duniawi, banyak orang yang setuju kalau kita hidup untuk bisa memberi manfaat buat orang lain. Kita bahagia jika kita bisa membahagiakan orang lain.. Seorang artis Top di satu acara TV Oprah pernah bilang kalau dia baru benar2 merasa "hidup" kalau dia sudah mencapai taraf dimana dia bisa menolong hidup orang lain..
|
|
About me ?
Nugroho Sutarmadi
Male Married Jakarta
Last Movie ?
Contact me ?
email : nugroho.s@gmail.com
yahoo id : masnughe
skype : klasik97
|